Manfaat Buka Puasa Dengan Kurma


Kurma, buah yang menjadi salah satu makanan pokok masyarakat di Timur Tengah, selama ribuan tahun lamanya. Biasanya hadir di meja makan masayarakat muslim Indonesia saat bulan Ramadan tiba.

Kurma memiliki manfaat bagi kesehatan. Di antaranya:

1. Bantu Meringankan Sembelit
Kurma digunakan secara tradisional sebagai pencahar alami untuk mengatasi sembelit.

2. Menyediakan Sumber Energi
Kurma terdiri dari gula sederhana, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa, yang banyak digunakan untuk energi oleh tubuh. Mengonsumsi beberapa kurma sebelum berolahraga atau aktivitas berat memberi energi yang cukup untuk melakukan intensitas tinggi.

3. Turunkan Kadar Kolesterol
Varietas kurma jenis Hallawi telah menunjukkan potensi dalam mengurangi kadar kolesterol darah. Varietas Hallawi juga memiliki proporsi katekin yang lebih besar, senyawa yang terkait dengan teh yang memiliki efek menurunkan kolesterol.


4. Atur Tekanan Darah
Salah satu fitur yang menarik dari kurma adalah kandungan natriumnya sangat rendah sehingga dapat cukup kalium. Kita tahu bahwa natrium (garam) yang berlebihan adalah faktor utama penyebab tekanan darah tinggi, tetapi kalium memberikan efek pengendalian, membantu mempromosikan ekskresi natrium.

5. Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar
Kurma memelihara bakteri usus dan mengurangi respons peradangan tubuh. Pembentukan polip yang berisiko menjadi kanker usus berkurang.

Selain Kurma, makan pisang bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko kanker dan asma. Pisang dipercaya mengandung potasium yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan seperti meningkatkan kesehatan jantung dan pencernaan.

Pisang juga kaya akan kalium dan serat. Pisang dapat membantu mencegah asma, kanker, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan masalah pencernaan.


Karena
"BERBAGI ITU INDAH"


Share:

Simak..!! Buka Puasa di Masjid Nabawi


Setelah berpuasa sepanjang hari bulan Ramadhan, para pengunjung Masjid Nabawi menanti sore hari. Mereka duduk-duduk atau beribadah di dalam tempat suci itu. Sementara itu, hidangan berbuka puasa disajikan para petugas. Adanya takjil itu menandakan keramahtamahan masyarakat Madinah dan pemerintah Kerajan Arab Saudi.

Layanan berbuka puasa bersama ini menjadi bagian rutinitas Ramadhan di Masjid Nabawi. Momen ini dinilai dapat menyatukan umat Islam dari berbagai negara. Mereka semua berkumpul, duduk dengan tertib, sembari menikmati hidangan yang ada kala azan maghrib berkumandang.

Makanan Iftar yang disajikan bagi mereka bermacam-macam. Di antaranya adalah sajian hangat, seperti nasi dan daging. Kemudian, ada buah, sebotol jus, kurma, yogurt, kopi, dan air.


Direktur hubungan masyarakat di Badan Presidensi Umum untuk Urusan Masjid Nabawi, Jamaan Al-Asiri, mengatakan bahwa staf masjid bekerja keras untuk mempersiapkan dan menyusun area makan dan membantu penyedia makanan. Setelah shalat Ashar, makanan untuk berbuka puasa dibawa ke masjid melalui pintu-pintu yang ditentukan.

"Masuknya makanan diawasi oleh pengawas di pintu-pintu masjid. Setelah meletakkan lembaran plastik di dalam masjid, makanan diatur sampai saatnya untuk shalat Maghrib," kata Al-Asiri, dilansir Arab News, Jumat (10/5).

Setelah jamaah dan pengunjung menikmati hidangan Iftar, Al-Asiri mengatakan semua lembaran plastik dan sisa-sisa makanan itu segera dibersihkan dengan cepat dan secara teratur.

Hal ini dilakukan dalam kerja sama antara para pekerja, penyelia dan penyedia makanan. Pembersihan makanan Iftar ini dilakukan sebelum shalat Maghrib dilakukan.

"Operasi pembersihan dilakukan setelah berbuka puasa dan sebelum shalat Maghrib," tambahnya.

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"


Share:

Hindari Tidur Setelah Sahur


Langsung tidur setelah makan bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Setelah makanan masuk ke perut, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi.

Sistem pencernaan kita perlu setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi sari makanan. Jika kamu tidur, hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak, dan paru-paru.

Maka, tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja memecah makanan. Karena hal itu, makanan yang sudah dikonsumsi jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Berikut risiko kesehatan yang bisa kamu hadapi jika langsung tidur setelah sahur.

1. Asam lambung naik
Hindari kebiasaan tidur setelah sahur jika punya penyakit maag. Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan kesulitan mencerna makanan yang masuk.

Hal ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, salah satunya adalah asam lambung naik. Apabila makanan tidak dicerna dengan baik, lambung akan meningkatkan produksi asam lambung.


Ketika tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung, sehingga asam lambung dalam perut mengalir balik ke kekerongkongan. Hal itu dapat menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

2. Diare atau sembelit
Tidur setelah makan akan melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama 'berdiam diri' dalam perut. Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.

3. GERD atau Refluks asam lambung
Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung. GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu.

4. Stroke
Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan sulit untuk mencerna makanan. Hal itu berarti lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar pekerjaannya. Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tertidur.

Suplai darah yang terkonsentrasi menuju perut ini membuat otak bisa kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa mengalami stroke.

Teori lainnya mengatakan bahwa risiko stroke akibat langsung tidur setelah makan terkait dengan peningkatan asam lambung yang menyebabkan sleep apnea, yang kemudian memicu stroke. Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke iskemik yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

5. Lemak tubuh menimbun
Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah sahur yang dilakukan orang-orang keturunan keluarga gemuk dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Ini karena makanan yang masuk ke perut tidak langsung dicerna oleh lambung ketika terlelap. Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Terlebih jika makanan sahur tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

Langsung tidur setelah sahur begitu bahaya bagi kesehatan, untuk itu alangkah baiknya jika kamu melakukan aktivitas lain setelah sahur seperti mengaji, berzikir, membaca, atau nonton televisi.

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"


Share:

Ciri Orang Yang Bertaubat


Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Pencipta langit, bumi dan segala yang ada di dalamnya. Dialah Alloh, Tuhan semesta alam yang Maha Mengetahui segala yang paling tersembunyi sekalipun. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Adapun, ciri orang yang bersungguh-sungguh dalam taubatnya adalah ia selalu merasa tentram dan bahagia. Mengapa? Karena ia tahu kepada siapa hendak meminta ketenangan dan kebahagiaan itu. Dan, karena Alloh Swt. mencintai hamba-Nya yang bertaubat.  Hanya Alloh yang kuasa memberikan ketenangan dan kebahagiaan di dalam hati siapa saja yang dicintai-Nya.

Alloh Swt. berfirman, “..Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqoroh [2] : 222)

Ternyata Alloh sangat menyukai hamba-Nya yang bertaubat dan mensucikan diri. Nabi Adam a.s ketika di surga berbuat kesalahan, kemudian Alloh menurunkannya ke dunia. Ternyata, yang membuat nabi Adam selamat adalah taubatnya kepada Alloh Swt.



Demikian juga nabi Yunus a.s ketika meninggalkan umatnya karena kesal mereka sulit sekali diajak untuk beriman kepada Alloh. Lalu Alloh menegur beliau dengan dimasukan ke dalam lautan dan di makan ikan. Dan, yang membuat beliau selamat adalah taubatnya kepada Alloh Swt.

Nabi Adam a.s berdoa, Robbanaa zholamna anfusanaa, wa inlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunannaa minal khoosiriin”, yang artinya, “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, maka niscaya kami termasuk ke dalam orang-orang yang rugi.” (QS. Al A’rôf [7] : 23)

Adapun nabi Yunus a.s berdoa, “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin”, yang artinya, “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zholim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 87)

Alloh Swt. sangat berbahagia melihat hamba-Nya yang bertaubat. Kebahagiaan Alloh jauh melampaui kebahagiaan seorang musafir di tengah padang pasir yang kehilangan untanya namun tiba-tiba untanya kembali ketika ia sudah sangat putus asa.

Maka, jikalau kita ingin berbahagia dalam hidup ini, gerbangnya adalah taubat. Banyak beramal kebaikan namun tidak mentaubati dosa-dosa yang dilakukan, maka hidup tidak akan enak, tidak akan bahagia.

Seperti mangkuk kosong yang diisi makanan yang sangat lezat, namun mangkuk tersebut kotor, maka tentu makanan itu tidak lagi enak untuk dinikmati. Taubat itu membersihkan diri kita dari noda-noda dosa.

Jangan pernah merasa suci dari dosa. Kalau ada perasaan seperti ini, maka itu masalah besar bagi kita. Sehingga ciri lain dari orang yang bertaubat adalah tak punya waktu memikirkan keburukan orang lain. Ia akan sibuk memikirkan dosa dan keburukan dirinya sendiri untuk ditaubati, baik dosa kecil maupun besar. Ia meyakini bahwa bukan amal sholehnya yang akan menyelamatkannya di akhirat kelak, melainkan ampunan Alloh Swt. atas dosa-dosanya.

Saudaraku, semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang gemar berrtaubat secara sungguh-sungguh. Agar kita dicintai oleh Alloh dan diberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"




Share:

Pekerjaan itu Ihtiar, Rejeki adalah Kejutan


Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih-Nya, Muhammad Rosululloh Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Berapa banyak binatang yang (tidak) sanggup membawa rezekinya sendiri. Alloh-lah yang memberi rezekinya, juga kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut [29]: 60)

Saudaraku, ada manusia yang setiap hari mencurahkan segenap tenaga, pikiran, dan hatinya untuk berikhtiar mencari rezeki. Namun, ada juga manusia yang begitu yakin dengan jaminan dari Alloh akan rezekinya. Sementara itu, orang yang paling beruntung adalah orang yang berikhtiar secara lahir, lalu disempurnakan dengan tawakal kepada Alloh Swt. Dan, inilah kemudian yang membuat dirinya menuai jaminan dari Alloh baik di dunia maupun akhirat..


Semestinya kita berbahagia ketika berikhtiar. Karena ada juga orang yang sibuk ikhtiar tapi tidak bahagia. Penyebabnya karena orang ini bergantung hanya pada ikhtiarnya sendiri. Ia begitu yakin bahwa hanya dengan ikhtiarnyalah keberuntungan bisa ia raih. Padahal, ikhtiar itu bukan untuk kita gantungi. Ikhtiar itu adalah amal sholeh kita. Kita diperintah untuk ikhtiar adalah agar kita mempunyai amal.

Seluruh makhluk sudah dijamin rezekinya oleh Alloh. Yang tidak dijamin adalah ganjaran. Ganjaran atau pahala harus kita cari, sedangkan rezeki sudah menjadi jaminan-Nya. Oleh karena itu Imam Ibnu Aththoillah mengatakan, “Jangan risaukan apa yang sudah dijanjikan Alloh kepada kita, tapi risaukanlah kalau kita lalai terhadap kewajiban-kewajiban yang dibebankan terhadap kita.”

Maka, kalau kita masih merasa resah dan gelisah dalam hidup ini, jangan-jangan itu ciri kita masih bergantung kepada ikhtiar. Padahal jikalau kita ingin bahagia dalam mencari nafkah atau rezeki, sempurnakanlah ikhtiar sambil bergantung hanya kepada Alloh (tawakal).

Allah Maha Tahu segala kebutuhan kita. Maka, berbahagialah orang yang tidak pernah bergantung pada amal ikhtiarnya. Tubuh bersimbah peluh berkuah keringat, tapi hati seratus persen hanya bergantung kepada Alloh Swt. Maasyaa Alloh.

Sungguh luar biasa penting bagi kita untuk menjaga diri dari apapun yang membuat kita tidak melaksanakan kewajiban kita. Kita diperintahkan untuk sholat dan shalat itu harus menutupi aurat. Maka, Allah pasti mencukupkan rezeki kita sehingga kita bisa menutup aurat, sebab yang menyuruh menutup aurat adalah Alloh. Alloh memerintahkan kita untuk bersedekah, lalu bagaimana mungkin kita bisa sedekah kalau kita tidak dicukupkan rezeki oleh Alloh, sementara yang Allah Maha Pemberi rezeki.

Dalam hal ini, kewajiban kita yang pertama adalah berhusnudzan (berbaik sangka) bahwa Alloh adalah Maha Penjamin rezeki. Karena Alloh berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku pada-Ku.”

Yang kedua, ikhtiar di jalan yang Alloh ridhai. Kalau Alloh menyuruh kita jujur, maka jujur saja, mengapa enggan?! Mungkin kita pernah mendengar ungkapan ini, “Cari rezeki tidak jujur saja susah, apalagi kalau jujur.” Sungguh, tak mungkin Alloh yang menyuruh kita jujur, kemudian Alloh tidak peduli pada kejujuran kita.

Demikianlah kurang lebih hakikat ikhtiar dan rezeki kita. Yang utama tunaikan kewajiban kita lebih dahulu maka rezeki insyaa Alloh akan terpenuhi. Kewajiban tersebut adalah bergantung hanya kepada Alloh semata, ikhtiar semaksimal mungkin menjemput rezeki-Nya, dan patuhi setiap perintah-Nya. Karena perintah dan larangan Alloh pastilah kebaikan untuk kita. Wallahu a’lam bishowab.

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"


Share:

Keutamaan Membaca Alquran di Bulan Ramadhan


Membaca Alquran sepatutnya dikerjakan setiap hari, setiap waktu termasuk pada bulan Suci Ramadhan karena di Bulan Rmadhan segala amalan menjadi berkali-kali lipat pahalanya, termasuk membaca Alquran.

Banyak keutamaan membaca Alquran saat Ramadan, di antaranya :

1.     Mendapatkan Pahala Hingga 700 Kali Lipat
Allah SWT melipatgandakan pahala kebaikan yang dilakukan setiap manusia hingga 700 kali lipat.

Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Muslim.

“Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat. Allah Swt. berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

2.     Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Orang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang lancar membaca Al Quran akan bersama malaikat utusan yang mulai lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapat dua pahala.” (HR Muslim)



Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Al Quran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Al Quran dan karena telah bersusah payah untuknya.

3. Orang yang membaca Alquran akan mendapatkan syafaat di hari kiamat
Sesuai Hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Didatangkan pada hari kiamat (yaitu) Alquran dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh Surat Al-Baqarah dan Surat Al-Imran yang membela pembaca kedua surat ini."

Pada hadits lainnya Rasulullah SAW juga bersabda:

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

4. Bercahaya di Langit
Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: “Engkau hendaknya membaca al Qur’an, agar ia menjadi cahaya bagimu di muka bumi dan mengingatmu di langit.”

Pahala membaca Al Qur’an di bulan ramadhan ialah akan menjadi cahaya di langit dan terlihat oleh Allah sehingga ia mendapat perlindungan dan keseamatan dari Allah.

5. Al-Qur’an mengangkat derajat orangtua di akhirat
Rasulullah SAWbersabdayang artinya: Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini. Maka apa pendapatmu tentang orang yang mengamalkannya? (HR. Abu Dawud)

Mengaji di bulan Ramadhan juga bisa mengurangi dosa orangtua sebagaimana orangtua yang memiliki anak sholeh akan selamat dari azab neraka.

“Jika seseorang membaca al-Qur’an, Allah akan membiarkannya menikmati impian masa depannya, dan bacaan demikian dapat mengurangi hukuman orang tuanya meskipun mungkin (orangtuanya) adalah orang kafir.” (Imam Ja’far Shadiq).

6. Menjauhi dari Godaan Syetan
Ketika membaca Al-Quran, maka kita akan terfokus pada apa yang kita baca.

Untuk itu, kebiasaan membaca Al-Quran tidak disenangi syetan karena dengan hal itu ia sulit untuk menggoda dan membisikkan hal-hal buruk pada manusia.

Membaca Al-Quran juga menjauhkan kita untuk berbuat maksiat sebagaimana disukai oleh syetan.

Syetan tentu membenci mereka yang membaca Al-Quran karena dengannya kita semakin kuat terhadap fungsi iman kepada Allah SWT dan manfaat beriman kepada Allah SWT.

Selain itu muncul juga dalam diri kita sebagaimana keutamaan cinta kepada Rasulullah, dan menjalankan apa yang ada dalam fungsi Al-Quran bagi umat manusia. Syetan tentu tidak suka dengan orang-orang seperti itu.

Orang yang tidak banyak beribadah, mengingat Allah, serta melakukan amalan shaleh maka akan lebih berpeluang digoda syetan.

Hal ini dikarenakan dalam hati dan pikirannya kosong tidak menentu, untuk itu mudah untuk dikelabui, didorong, dan dikendalikan oleh hawa nafsu.

7. Membangun Pikiran Positif
Di dalam Al-Quran berisi berbagai ilmu dan juga hikmah yang positif.

Dengan membacanya, tentu saja hal ini juga akan mempengaruhi pikiran kita menjadi lebih positif terutama di bulan Ramadhan.

Walaupun diuji dengan lemasnya fisik, tentu pikiran kita akan baik karena dipengaruhi oleh hikmah dan ilmu positif tersebut. Untuk itu, tidak rugi jika kita membaca Al-Quran sebaik-baiknya.

Selaini itu, dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan kita menjadi terkondisikan dan akan lebih sering memikirkan sesuatu berdasarkan dalil agama, bukan hawa nafsu atau dorongan negatif kita. Dengan begitu, Ramadhan akan lebih indah dan bermakna.

Semoga, bulan Ramadhan yang dijalani nantinya akan menjadi lebih baik terus menerus dari Ramadhan sebelumnya dan menjadi Ramadhan yang terbaik.

Untuk bisa menjadi Ramadhan terbaik, maka salah satunya membaca Al-Quran harus menjadi kebiasaan dan konsisten di lakukan dalam diri kita.

8. Orang yang membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah
Rasulullah Saw. bersabda; “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Quran adalah seperti sebuah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al Quran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al Quran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Thabrani)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

10. Dengan Al Quran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al Quran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR Muslim)

Yakni bagi orang yang mempelajari Al Quran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meningikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"





Share:

Yakin Kepada ALLOH SWT Menghilangkan Keraguan


Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui segala kejadian, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah dalam keimanan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, mudah-mudahan semakin hari kita menjadi semakin yakin kepada Alloh Swt. dengan keyakinan yang semakin kokoh. Karena keyakinan itu menentramkan, sedangkan keraguan itu menggelisahkan.

Sebagai contoh adalah orang yang mencari alamat. Kalau dia sudah mengetahui dengan yakin alamat yang ditujunya, maka ia akan berjalan dengan pasti dan mantap, hatinya pun tenang dan perjalanan bisa ia nikmati.



Sedangkan orang yang ragu-ragu dengan alamat yang ia tuju, maka ia akan berjalan dengan gelisah, tidak tenang, tidak nyaman, bahkan bisa tidak aman.

Oleh karena itu, mari selalu periksa diri kita manakala kita sedang dilanda kegelisahan. Karena itu tanda keyakinan kita kepada Alloh Swt. sedang melemah.

Tiba-tiba kita gelisah karena urusan jodoh, maka kita sedang kurang yakin Alloh Maha Menentukan.

Tiba-tiba kita gelisah karena urusan rezeki, maka kita sedang kurang yakin Alloh Maha Memberi Rezeki.

Gelisah karena urusan apa saja, penyebab utamanya adalah kita sedang kurang yakin kepada Alloh Swt.

Sedangkan jika hati senantiasa ingat, yakin, terpaut kepada Alloh, maka hidup akan tenang, mantap dan jelas.

Alloh Swt. berfirman, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28)

Kita tentu mendambakan hidup yang tenang, mengarungi perjalanan di dunia dengan penuh kemantapan.

Maka, kuncinya adalah yakin kepada Alloh Swt. Semoga kita termasuk orang-orang yang semakin yakin kepada Alloh sehingga tidak tersesat dalam hidup ini. Aamiin yaa robbal’aalamiin.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Karena
"BERBAGI ITU INDAH"



Share:

SELAMAT DATANG

Translate

ARTIKEL POPULER

Artikel Bermanfaat Bagi Kehidupan

POSTINGAN TERBARU

Analisa GOLD 26 Nopember 2021

mari kita simak XAUUSD dalam 1 Jam untuk menentukan Level harga Support dan Resistance intraday berikut: Resistance2 (R2) : 1812...

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Label Clouds